InstaForex, Forex - Dolar Berdetak Rendah oleh Kemerosotan Bursa AS, Yen Melemah




Dolar bergerak turun pada hari Rabu


Dolar melemah pada hari Rabu sementara yen Jepang juga merosot setelah saham-saham Amerika Serikat mengalami kemorosatan disebabkan hasil kinerja keuangan perusahaan yang mengecewakan.
Indeks dolar AS yang melacak greenback terhadap sejumlah mata uang lainnya turun tipis 0,06% pada 95,70 pukul 12.00 WIB.
Kerugian datang karena Caterpillar (NYSE:CAT) ditutup 7% lebih rendah setelah melaporkan hasil pendapatan yang mengecewakan. Harga dan tarif baja yang lebih tinggi menghasilkan peningkatan biaya material bagi perusahaan, menurut sebuah pernyataan.
Produsen energi juga merosot lebih dari 1% karena harga minyak tetap di level terendah lima minggu.
Semalam, Dow Jones Industrial Average jatuh 125,98 poin dan ditutup pada 25.191,43 sementara S&P 500 ditutup menurun 0,6% ke 2,740.69. Nasdaq Composite tergelincir 0,4% menjadi ditutup pada 7,437.54.
Kerugian tersebut datang ketika saham Caterpillar (NYSE:CAT) tumbang sebanyak 10% setelah melaporkan hasil pendapatan yang mengecewakan. Harga dan tarif baja yang lebih tinggi menghasilkan peningkatan biaya material bagi perusahaan, menurut sebuah pernyataan.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan ia "sangat tidak senang dengan The Fed" karena membahayakan ekonomi AS dengan menaikkan suku bunga acuan.
The Fed menaikkan suku bunga tiga kali tahun ini setelah data menunjukkan ekonomi AS lebih sehat dari yang diperkirakan. Pasar secara luas mengharapkan bank sentral akan menaikkan suku lagi sebelum akhir tahun.
Yen juga tergelincir terhadap dolar setelah naik pada awal hari perdagangan saat sentimen aksi jual meningkatkan nilai mata uang Jepang. Pasangan USD/JPY terakhir diperdagangkan pada 112,62, naik 0,2%.
Pasangan USD/CNY tergelincir 0,02% di mana Bank Rakyat China (PBoC) kurs tengah yuan di 6,9357 vs rilis hari sebelumnya di 6,9411.
Pasangan AUD/USD dan NZD/USD masing-masing naik 0,2%.
Di tempat lain, British Pound tetap menjadi fokus ketika Perdana Menteri Inggris Theresa May bersiap untuk berbicara dengan anggota parlemen Partai Konservatif-nya hari ini.