InstaForex, Pound Stabil, Inggris & Eropa Setujui Rancangan Deklarasi Brexit




© Reuters.


Pound Inggris stabil pada hari Jumat di sesi Asia setelah Amerika Serikat dan Komisi Eropa dilaporkan menyetujui rancangan deklarasi politik yang menjanjikan "kemitraan ambisius, luas, mendalam, dan fleksibel."
"Meskipun tidak dapat mencapai hak atau kewajiban keanggotaan, para pihak setuju bahwa hubungan masa depan seharusnya didekati dengan ambisi yang tinggi berkaitan dengan ruang lingkup dan kedalamannya, serta mengakui bahwa ini mungkin akan berkembang dari waktu ke waktu", Financial Times melaporkan, mengutip sebuah dokumen yang bocor tentang hubungan masa depan yang akan disetujui pada pertemuan puncak hari Minggu.
"Di atas segalanya, itu harus menjadi hubungan yang akan bekerja untuk kepentingan warga Uni Eropa dan Kerajaan Inggris, sekarang dan di masa depan."
Pada hari Kamis, pound Inggris melonjak lebih dari 1% setelah berita dirilis. Pasangan GBP/USD terakhir diperdagangkan pada 1.2881 pukul 11.56 WIB, naik tipis 0,02%.
Sementara itu, indeks dolar AS - yang melacak greenback terhadap sejumlah mata uang - lainnya tergelincir 0,3% menjadi 96,325.
"The Fed kemungkinan besar akan menaikkan suku bunga pada bulan Desember. Saya tidak melihat perubahan dalam panduan ke depan pada pertemuan bulan depan itu karena saat rapat menyiratkan bahwa penurunan signifikan dalam kegiatan ekonomi sudah terjadi," kata David de Garis, direktur ekonomi dan pemasaran di NAB.
Di tempat lain, pasangan USD/CNY diperdagangkan 0,1% meninggi menjadi 6,9406 setelah The People's Bank of China (PBoC) menetapkan nilai tukar USD/CNY untuk hari ini di 6,9306, dibandingkan dengan tingkat yang dirilis kemarin pada 6,9391.
Pasangan USD/JPY sedikit berubah pada 112,91. Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda mengatakan pada hari Kamis bahwa Jepang mendekati rencana untuk keluar dari kebijakan moneter ultra-longgar.
"Perekonomian Jepang jelas cukup membaik tetapi butuh beberapa waktu lagi untuk mencapai target 2% inflasi," jelas Kuroda.
"Ini situasi yang agak rumit ... jadi kita perlu mempertimbangkan dengan hati-hati manfaat dan biaya dari kebijakan kami."