InstaForex, Minat Risiko Datang Lagi, Mata Uang Asia Menguat




© Reuters. Dolar menurun pada Senin pagi di Asia


Dolar melemah pada Senin pagi di Asia karena investor berpindah ke saham, minyak dan mata uang Asia yang berisiko menyusul mencairnya ketegangan perdagangan Amerika Serikat-China selama akhir pekan.
Kesepakatan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping selama KTT G20 di Argentina akhir pekan lalu yang akan menunda tarif baru selama 90 hari dan mengintensifkan pembicaraan perdagangan memberi kehidupan baru ke pasar yang lebih berisiko.
Indeks dolar AS - yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama - mundur 0,3% ke 96,97 pada pukul 11.00 WIB.
Mata uang Asia diperdagangkan meninggi terhadap dolar, terutama lebih yang banyak dipengaruhi oleh komoditas. Dolar Australia dan dolar Selandia Baru juga meningkat. Pasangan NZD/USD mencapai tingkat tertinggi yang tidak terlihat sejak Juni, dan melompat 0,55% ke 0,6905. AUD/USD melonjak 0,74% ke 0,7360.
Pasangan USD/JPY menyusut 0,04% ke 113,53.
Dolar juga menemukan pijakan terhadap yuan China di mana USD/CNY bertambah 0,02% menjadi 6,9601.
Dikombinasikan dengan penangguhan permusuhan perdagangan, CNY dipengaruhi oleh rilis data indeks pembelian manajer manufaktur Caixin China (PMI) untuk November yang menunjukkan bahwa aktivitas pabrik telah sedikit meningkat. PMI Caixin berada di angka 50,2 untuk bulan November, mengalahkan perkiraan 50,0 lebih tinggi dari 50,1 yang tercatat pada bulan Oktober. Pada hari Jumat - PMI dirilis sebesar 50 - di bawah ekspektasi.
Meskipun nada positif pembacaan PMI Caixin, sub-indeks yang melacak pesanan ekspor baru - jatuh ke 47,7 dari 48,8 di Oktober.